HUBUNGAN USIA KEHAMILAN DAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT ISLAM ASSYIFA

KOTA SUKABUMI  TAHUN 2013

Rindasari Munir

Akademi Kebidanan Prima Husada Bogor Jl. Brigjen H.Saptadji No.19 Cilendek-Bogor Barat

ABSTRAK

Ketuban pecah dini (KPD) adalah suatu keadaan pecahnya selaput ketuban dalam kehamilan atau sebelum tanda persalinan berlangsung. KPD yang terjadi terlalu dini menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan mudah terjadi komplikasi pada janin, baik pada saat persalinan maupun setelah persalinan. Angka kematian ibu yang disebabkan oleh KPD di kota sukabumi sebanyak 11?ri 7.398 ibu bersalin.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan usia kehamilan dan berat badan bayi lahir dengan kejadian persalinan ketuban pecah dini di RSI Assyifa Kota Sukabumi tahun 2013”.

Desain Penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectional  dengan memakai  total sampel berjumlah 408 orang, data yang dikumpulkan berasal dari data sekunder yaitu rekam medis.

Hasil penelitian ditemukan terdapat 408 persalinan, yaitu 321 persalinan  tidak mengalami KPD. Sedangkan persalinan yang dilihat dari usia kehamilan dengan kejadian KPD maupun tidak mengalami KPD yang terbanyak adalah pada kehamilan aterm 37-42 minggu, yaitu 71 orang (17,40%) dengan KPD dan tidak KPD sebanyak 264 orang (64,96%), dari hasil uji statistik terdapat nilai p value = 0,000 (≤ 0,05). Dan berdasarkan berat bayi lahir yang mengalami KPD maupun tidak mengalami KPD yang terbanyak yaitu 2500-4000 gram dengan KPD sebanyak 74 bayi (18,13%), dan tidak KPD sebanyak 280 bayi (68,63%), dari hasil uji statistik terdapat nilai p value = 0,000 (≤ 0,05 ). Ini artinya ada hubungan antara usia kehamilan dan berat bayi lahir dengan kejadian persalinan KPD, sehingga disarankan kepada pihak rumah sakit untuk memberikan konseling yang menyeluruh kepada ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan.